Genta : Gagalnya Sebuah Organisasi Adalah Adanya Kader Yang tidak Taat Aturan Dan Melanggar Konstitusi

Genta : Gagalnya Sebuah Organisasi Adalah Adanya Kader Yang tidak Taat Aturan Dan Melanggar Konstitusi

Jakarta – Jelang perhelaan pleno 2 Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam ( PB HMI) yang akan berlangsung di kota bogor pada tanggal 18-20 desember 2022, diwarnai dengan buruknya kinerja salah satu pengurus PB HMI , kabid pembinaan anggota ( Kabid PA).

Ari safarimau yang dianggap kader Potensial asal cabang dari HMI jakarta selatan terancam direshufle dari jabatannya sebagai Ketua Bidang Pembinaan Anggota Pengurus Besar HMI, Hal tersebut dirasakan ketika Digelarnya perhelatan Pemilihan Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Selatan. Indikasi adanya campur tangan pengurus PB HMI melalui kabid bidang PA secara tidak langsung merusak pola kaderisasi yang selama ini sudah tertata.

Ari safarimau dianggap sebagai aktor pemecah belah kader. Terbukti ketika para ketua Umum Lintas Komisariat Sejakarta Selatan melakukan gugatan atas pembodohan konferensi cabang yang dianggap banyak kejanggalan dan melawan Konstitusi, Ari Safarimau (Kabid P.A) Pengurus Besar malah mengshare dan memviralkan memei ucapan Selamat atas tepilihnya salah satu calon yang dianggap cacat Konstitusi.

Ketua umum HMI komisariat ekonomi , genta, mempertanyakan alasan PB hMI melakukan interfensi secara dalam pada HMI cabang jakarta selatan.

” kegagalan sebuah organisasi, jika oknum kader dengan seenaknya melakukan pelecehan terhadap konstitusi yang menjadi roh organisasi. Jika terbiasa melanggar maka jiwa dari organisasi tersebut hilang dengan sendirinya.” Ucap genta.

Sebagai informasi kandidat yang terpilih tersebut adalah adik kandung dari salah satun Tim Carteker, Ambisi Nepotisme sejak Dini sangat berbahaya untuk kemajuan umat dan bangsa kelak. Jika benar Ketum PB HMI akan mereshufle Ari Safarimau, maka kandaslah cita cita Ari Safarimau Untuk maju sebagai Ketua Umum PB HMI di Kongres Mendatang.