Liputan6.com, Surabaya – Massa yang tergabung dalam Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Jawa Timur demonstrasi di depan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas di Wiyung Kota Surabaya pada Kamis (2/6/2022).

Mereka mengkritisi program kementerian PUPR melalui BBWS Brantas di Madura yang dinilai sarat tindak pidana korupsi.

“Program padat karya BBWS Brantas di Madura diduga jadi bancakan yang merugikan masyarakat Madura. Kami meminta KPK dan Kejaksaan Tinggi Agung untuk menyelidiki program tersebut,” Ujar Ketua SEMMI Jatim Muhammad Iqbal.

Iqbal menyatakan, pada 2020 lalu, BBWS Brantas melaksanakan pembangunan saluran irigasi dengan mencanangkan program padat karya yang melibatkan masyarakat di empat Kabupaten di Madura.

Irigasi tersebut sebanyak 336 P3A/Desa di empat Kabupaten di Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan yang bertujuan untuk membantu petani dalam menjaga produktivitas hasil pertanian.


Bisa Didengar

“Kami Meminta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk membuat tim investigasi dalam rangka mengevaluasi Kepala BBWS Brantas dan PPK Operasi SDA III di BBWS Brantas. Sebab, hanya itu caranya agar kementerian PUPR bisa bersih dan kelak tidak tersandung hukum di kemudian hari,” terang iqbal.

SEMMI Jatim berharap, aksi yang baru saja diselenggarakan tersebut dapat didengar oleh Kementerian PUPR untuk berwaspada.

“Dalam waktu dekat kami akan agendakan untuk audiensi dengan Ditjen SDA Kementerian PUPR untuk menyerahkan bukti-bukti valid, jika tidak ditanggapi kami akan ke Kejagung dan KPK,” tutup Iqbal

sumber: surabaya.liputan6.com