METROPOLITAN.id – Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor mengaku prihatin, usai ditetapkannya Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Syarikat Islam Kabupaten Bogor, Miad Mulyadi, mengaku syok saat mendengar kabar tersebut. Namun ia meyakini jika Ade Yasin merupakan orang yang baik.

“Saya sangat tidak yakin jika Bupati Bogor telah melakukan sebagaimana yang telah diberitakan. Beliau orang baik,” kata dia.

Miad Mulyadi mengaku cukup kenal dekat dengan Ade Yasin. Menurut dia, Ade Yasin pribadi yang dekat dengan para ulama. Hal itu berdampak baik pada kehidupannya.

“Memang kami sangat kaget mendengarnya saat bupati Bogor diberitakan tertangkap. Namun dari informasi yang berkembang, pemberitaan tentang OTT bupati Bogor itu dibantah oleh bupati itu sendiri,” paparnya.

Miad melanjutkan dalam pemberitaaan media massa, Ade Yasin menyampaikan bahwa dirinya dipaksa untuk bertanggung jawab terhadap kesalahan yang dilakukan anak buahnya.

Meski begitu, Miad menilai sebagai seorang bupati, Ade Yasin telah menunjukkan kinerjanya dengan sangat baik. Apalagi dimasa kepemimpinannya memiliki program unggulan yakni bantuan Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang sangat membantu pembangunan disetiap desa.

“Kami berharap mudah-mudahan Bupati Bogor Ade Yasin segera bisa dibebaskan dari musibah ini dan bisa kembali memimpin Bogor untuk meneruskan program-programnya,” tambahnya.

Selain itu, semenjak bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, Miad merasa sangat terbantu sebab Ade Yasin bisa ikut berpartisipasi dalam upaya menjalankan program-program di Syarikat Islam.

“Kami disupport dan dimotivasi. Ini sesuatu yang luar biasa buat kami, sehingga Syarikat Islam Kabupaten Bogor pun mulai nampak ada ditengah tengah masyarakat terlihat program dan kegiatannya,” imbuhnya.

Pada kesempatannya, Miad berpesan kepada masyarakat Kabupaten Bogor untuk tetap tenang dalam menyikapi permasalahan ini serta menghormati proses hukum yang berlaku.

“Kita doakan bersama untuk Ade Yasin diberikan kesehatan dan kekuatan agar bisa kembali memimpin Kabupaten Bogor dan sebagai bupati bisa kembali mengevaluasi kinerja orang-orang yang terdekatnya serta harus memilih orang-orang yang profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pembantu bupati,” ungkapnya.

sumber: metropolitan.id