Jakarta, IDN Times – Syarikat Islam (SI) menggelar musyawarah nasional (Munas) alim ulama di Jakarta, Senin (22/3/2022). Sekjen SI, Ferry Joko Juliantono, mengatakan dalam munas tersebut organisasinya ingin membentuk desk anti-Islamfobia.

Menurutnya, Islamfobia di dunia sudah mengakar. Terlebih, di negara-negara barat.

“Sementara, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan 15 Maret 2022 sebagai hari perlawanan terhadap phobia Islam, saya melihat umat Islam sendiri kurang menyambutnya dengan berbagai gerakan, yang menunjukkan bahwa agama ini bertolak-belakang dengan wajah yang selama ini dikembangkan orang-orang yang memusuhinya,” ujar Ferry di Jakarta, Senin (21/3/2022).

“Ini agama welas asih yang bisa membawa dunia ke dalam kedamaian penuh sejahtera alias agama rahmatan lil alamin,” sambung dia.

1. Sebut pihak yang selama ini bangun citra Islamfobia malah berbuat tindakan keji

Gelar Munas, Syarikat Islam Ingin Bentuk Desk Anti-IslamfobiaSekjen Syarikat Islam, Ferry Joko Juliantono (IDN Times/Istimewa)

Dalam kesempatan itu, Ferry menyebut pihak yang selama ini membangun citra Islamfobia justru melakukan tindakan keji. Dia mencontohkan, Israel sebagai negara sekutu Amerika Serikat, kerap menyerang Palestina dan membunuh warga sipil.

Selain itu, kata Ferry, Amerika Serikat juga melakukan tindakan militer ke sejumlah negara di Timur Tengah. Menurut dia, hal itu bertentangan dengan undang-undang yang sudah dibuat Amerika tentang Islamfobia.

Oleh karenanya, dia meminta kepada seluruh umat Islam untuk tidak lagi merasa berkecil hati dengan label Islamfobia.

Desk ini juga akan berupaya membangun kesadaran dan kebanggaan menjadi seorang muslim. Sebab, hanya orang yang bangga yang bisa diajak membangun negara dan berjuang meraih kesejahteraan hidup yang lebih baik,” ucap Ferry.

2. Acara munas alim ulama dihadiri Wamenag

Gelar Munas, Syarikat Islam Ingin Bentuk Desk Anti-IslamfobiaWakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi (dok. Kemenag)

Acara munas itu turut dihadiri Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi. Dalam sambutannya, Zainut menyebut peran ulama dalam membangun NKRI sangat besar.

“Jika hari ini kita menyaksikan sajian harmoni terindah dari Sabang sampai Merauke, maka di dalamnya terdapat peran ulama dan ormas Islam yang tak pernah ragu mendukung NKRI,” kata Zainut.

3. Agama tak pisahkan dengan negara

Gelar Munas, Syarikat Islam Ingin Bentuk Desk Anti-IslamfobiaWamenag, Zainut Tauhid Sa’adi (Dok. Kemenag)

Zainut menegaskan, meski Indonesia bukan negara agama, tapi agama tak bisa dipisahkan dari negara. Oleh karenanya, agama merupakan hal penting di Indonesia.

“Kita semua meyakini bahwa Syarikat Islam akan terus istiqomah menjalankan misi dakwah, sejalan dengan cita-cita kebangsaan dan keumatan,” ujarnya.

sumber: idntimes.com