VIVA – Ketua Umum Majelis Syar’i Syarikat Islam, Sodikun menyebut bahwa menimbun bahan kebutuhan pokok yang biasa digunakan oleh masyarakat luas haram hukumnya. Seperti halnya menimbun minyak goreng di Indonesia.  “Nantinya ada fatwa, segala sesuatu menyembunyikan istilah nimbun barang barang yang digunakan oleh orang banyak hukumnya haram. Gak boleh itu,” kata Sodikun dalam acara Musyawarah Nasional Ulama Syarikat Islam di kawasan Cikini, Jalan Cut Meutia, Jakarta Pusat, Senin, 21 Maret 2022.  Oleh itu, ia meminta kepada pemerintah harus hadir untuk memberikan ketegasannya dalam kebijakannya menangani masalah minyak goreng di berbagai daerah di Tanah Air.  “Jangan sampai terjadi mengantre minyak goreng seorang ibu terinjak-injak, seperti terjadi di Bengkulu. Itu Palembang dan sebagainya ini sangat memprihatinkan,” katanya.  Dia berharap kepada pemerintah agar memudahkan jangan sampai menyusahkan anak bangsa, serta persoalan minyak goreng dapat teratasi dengan baik.  “Mudah-mudahan ada respons cepat dari pemerintah gimana solusi baik. Gimana nanti menjelang lebaran. Insya Allah ada beberapa rekomendasi,” katanya.  Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Joko Juliantono.

Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Joko Juliantono menambahkan bahwa negara tidak boleh kalah dengan mafia minyak goreng. Negara harus punya peran besar untuk mengendalikan kebutuhan pokok.  “Minyak goreng kebutuhan pokok penting yang harus dipastikan jaminan distribusi oleh negara kalau negara gagal mengendalikan mafia-mafia. Artinya pemerintah gagal untuk melaksanakan apa yang diamanatkan konstitusi pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ujar Ferry.  Dia menyebut pemerintah seperti tidak berani mengungkap siapa mafianya. “Ini kan ada permainan masa enggak berani ungkap mafianya siapa. Sebenarnya sangat mudah bagi pemerintah juga bagi aparat untuk mengungkapkan,” sambungnya  Oleh karena itu, di meminta negara lebih tinggi daripada mafia. Karena pemerintah bisa mengambil tindakan. Saat ini, tidak hanya minyak goreng tapi kebutuhan yang lainnya juga yang dikuasai mafia. “Ini penting bagi masyarakat dan dapur dan setiap rumah butuh minyak goreng. Sekarang penting bagi masyarakat Indonesia terutama dapur butuh minyak goreng. Sekang minyak goreng langka kalau pun ada harganya mahal,” ujarnya.

sumber: viva.co.id