Jakarta, MINA – Musyawarah Nasional Ulama Syarikat Islam (SI) yang dilaksanakan secara hybrid di Jakarta pada Senin-Rabu (21-23/3) akan membahas berbagai permasalahan keumatan terkini.

Berbagai permasalahan keummatan mulai dari filantropi Islam, pengembangan produk halal, pengembangan ekonomi syariah, hingga membangun pasar Muslim syariah.

“Kita berharap sekali dari sinilah kita akan mendapatkan satu arahan pedoman dalam rangka untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan organisasi ke depan dalam masa perjuangan masa pengabdian sampai dengan lima tahun yang akan datang ini,” kata Sekjen Syarikat Islam, Dr. Ferry Juliantono pada sambutan Pembukaan Munas Ulama SI di Jakarta, Senin (21/3).

Ferry juga mengharapkan pada munas ini dihasilkan keputusan, fatwa dan arahan dari Majelis Syar’i SI dalam rangka menghadapi transformasi perkembangan teknologi informasi saat ini yang sudah makin canggih, khususnya yang berdampak pada ekonomui umat.

Munas yang digelar untuk menyusun kepengurusan Majelis Syar’i SI ini dibuka oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mewakili Menteri Agama RI yang sedang bertugas di Arab Saudi, dan dihadiri oleh 99 ulama secara luring dan lebih dari 200 ulama hadir secara daring.

Ketua Panitia Pelaksana Munas Ulama SI K.H. Muhammad Sodikun menjelaskan, Munas yang mengambil tema sentral “Peran Ulama dalam Mengembangkan Peradaban Kaafah” ini dilaksanakan sebagai rangkaian dari Majelis Taklim/Kongres Nasional ke-41 Syarikat Islam.

“Diusungnya tema ini untuk meneguhkan peran strategis para ulama untuk menghadirkan pemikiran-pemikiran strategis untuk membangun peradaban Islam yang kaafah,” ujarnya.

Dalam Munas ini juga mengundang beberapa narasumber dari Badan Penyelenggara jaminan Produk halal (BPJPH) Kemenag RI untuk membangun sinergi SI dalam mengedepankan sebuah gerakan halal untuk keselamatan umat dan bangsa, juga mengundang narasumber dari Baznas dan BPKH.

sumber: minanews.net