RAJA AMPAT – Sebagaimana umumnya masyarakat muslim di Indonesia menjelang Bulan Suci Ramadhan biasanya melakukan ziarah atau menghabiskan waktu bersama dalam rangka mengakhiri bulan Sya’ban, begitu pun yang dilakukan Masyarakat Kampung Yellu Distrik Misool Selatan Kabupaten Raja Ampat bersama Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Raja Ampat.
Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Raja Ampat Bung Faishal mendampingi masyarakat Yellu Distrik Misool melakukan ziarah ke situs makam tokoh penyebaran Islam di Misool Raja Ampat Papua Barat pada 21 Maret 2022.
“Aktifitas masyarakat Kampung Yellu Distrik Misool Selatan kab. Raja Ampat Bersama Ketua PC. Pemuda Muslimin Indonesia Kab. Raja Ampat, dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Berziarah Ke makam Waliyullah. Yang pertama kali Menyebarkan Islam di Tanah Misool” Ujar Bung Faishal dalam unggahannya di akun Facebook @Pc PMI Raja Ampat.
Berdasarkan sumber sejarah, pengaruh Islam yang kental di Misool disebabkan oleh kekuasaan Kesultanan Tidore dan Ternate. Masuknya Islam ke Kerajaan Misool pun diterima dengan baik, karena penyebarannya dilakukan dengan pendekatan yang bersahabat.
Letak pusat pemerintahan Kerajaan Misool berada di Lilinta, Pulau Misool. Pendiri kerajaan ini adalah Fun Bis. Fun Bis ini memiliki keturunan yang kemudian terpecah menjadi dua klan, yakni Umkabu dan Soltip.
Adapun kedudukan Raja Kerajaan Misool dipegang oleh Klan Umkabu, yang berkedudukan di Lilinta dengan rajanya bernama Fun Madero. Sementara itu, Klan Soltip memegang jabatan sebagai pembantu dengan gelar Kapitan Laut dan berkedudukan di Fafanlap.
Setelah beberapa tahun berdiri, ibu kota Misool kemudian dipindahkan ke Sel Peleket, yang terletak di sebelah timur Lilinta.
Letak geografis Misool yang berbatasan dengan Laut Seram membuat kawasan ini dipenuhi oleh ragam budaya.Karena selain dari Papua, penduduknya berasal dari Maluku dan Sulawesi.
Raja yang pertama memerintah di Sel Peleket adalah Abdul Majid, yang memerintah dari 1871 hingga 1904. Setelah Abdul Majid meninggal dunia, Misool kemudian diperintah oleh Usman antara 1904 hingga 1945. Setelah Raja Usman meninggal dunia, Kerajaan Misool kemudian dipimpin oleh Bahar Ad-Din Dekamboe pada 1945.
Raja-raja Kerajaan Misool:
1. Abdul Majid (1872-1904)
2. Usman (1904-1945)
3. Bahar Dekamboe (1945)
Reporter: SY
Referensi: Taniputera, Ivan. (2017). Ensiklopedi Kerajaan-Kerajaan Nusantara: Hikayat dan Sejarah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Bidang Media Dan Penggalangan Opini
PB Pemuda Muslimin Indonesia.

sumber: pemudamuslim.org