JanoerKoening, Jakarta – Syarikat Islam (SI) menggelar Musyawarah Nasional Ulama yang dilaksanakan secara Luring dan Daring bertempat di Hotel Sofyan Cikini Jakarta pada Senin-Rabu (21-23/3/2022) akan mendiskusikan berbagai permasalahan Umat.

Menyoal permasalahan keummatan ini mulai dari filantropi Islam, pengembangan produk halal, pengembangan ekonomi syariah, Perafaban Islam Kaafah hingga membangun pasar Ekonomi berbasis syariah.

Ketua Panitia Pelaksana Munas Ulama SI K.H. Muhammad Sodikun menjelaskan, Munas yang mengambil tema sentral “Peran Ulama dalam Mengembangkan Peradaban Kaafah” ini dilaksanakan sebagai rangkaian menindaklanjuti Majelis Taklim/Kongres Nasional ke-41 Syarikat Islam.

Terkait Tema kali ini, Sodikun mengatakan, bahwa diusungnya tema ini untuk meneguhkan peran strategis para ulama untuk menghadirkan pemikiran-pemikiran strategis untuk membangun peradaban Islam yang kaafah

Sekjen Syarikat Islam, Dr. Ferry Juliantono dalam sambutan Pembukaan Munas Ulama SI mengungkapkan, Fokus Syarikat Islam (SI) ke depan lebih pada dakwah ekonomi dan membangun kemandirian dan kekuatan ekonomi umat

“Sebagaimana nilai dasar pembentukannya di tahun 1905, akan tetapi persyarikatan tidak akan pernah melupakan problem social yang hidup dalam realitas umat sehari-hari,” sambungnya.

Pada kesemoatan tersebut, Ferry juga ungkapkan “Kita berharap sekali dari sinilah kita akan mendapatkan satu arahan pedoman dalam rangka untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan organisasi ke depan dalam masa perjuangan masa pengabdian sampai dengan lima tahun yang akan datang ini

Lanjut sambutannya, Feri ungkapkan harapannya pada munas ini dihasilkan keputusan, fatwa dan arahan dari Majelis Syar’i SI dalam rangka menghadapi transformasi perkembangan teknologi informasi saat ini yang sudah makin canggih, khususnya yang berdampak pada ekonomui umat.

Munas yang digelar untuk menyusun kepengurusan Majelis Syar’i SI ini dibuka oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mewakili Menteri Agama RI yang sedang bertugas di Arab Saudi, dan dihadiri oleh 99 ulama secara luring dan lebih dari 200 ulama hadir secara daring.

sumber: janoerkoening.com