Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (LBH PB SEMMI) Gurun Arisastra menilai komentar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal minyak goreng bisa menjadi senjata makan tuan.

Menurutnya, ucapan Megawati itu bisa berdampak buruk terhadap kredibilitas PDIP menjelang Pemilu 2024.

“Saya lihat beliau (Megawati) sudah tidak mampu berpikir politik saja. Pernyataan soal minyak goreng ini bikin gaduh,” ucap Gurun mengutip GenPI.co, Minggu (20/3).

Gurun menjelaskan jika hanya memberi pernyataan mengubah cara memasak dari menggoreng ke merebus, Megawati tampak tidak berpikir.

Sebab, kata dia, ucapan tersebut terkesan bukan merupakan sebuah solusi dari permasalahan minyak goreng.

“Jadi, itu memang bukan solusi, melainkan menambah kekacauan saja,” jelasnya.

Selain itu, Gurun menilai kelangkaan minyak goreng menambah malu Indonesia sebagai penghasil sawit terbesar di dunia.

Menurut dia, ucapan Megawati tidak sejalan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Kita jelas bakal malu dengan polemik minyak goreng yang langka dan mahal ini, apalagi ditambah kegaduhan dari Megawati,” imbuhnya.

Dengan demikian, Megawati berpotensi merusak suara keterpilihan PDIP pada Pemilu 2024.

Sebagai partai pemenang Pemilu 2019, PDIP kemungkinan besar akan berpengaruh terhadap suara yang bisa gagal pada Pemilu 2024.

sumber: artaekonomi.co.id