GenPI.co – Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (LBH PB SEMMI) Gurun Arisastra buka suara soal polemik minyak goreng yang kian meresahkan.

Ia mengatakan ada 2 menteri yang terancam dicopot jabatannya akibat polemik minyak goreng.

Menurutnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi harus bertanggung jawab terkait kelangkaan minyak goreng.

“Kami minta Presiden Jokowi segera evaluasi dua menteri ini,” ujar Gurun kepada GenPI.co, Rabu (16/3).

Gurun menjelaskan Presiden Jokowi seharusnya bisa bertindak tegas kepada 2 menterinya tersebut.

Sebab, kata dia, polemik kelanggkaan minyak goreng telah memakan korban jiwa.

“Saya turut prihatin atas kejadian ini. Akibat antre minyak goreng, semestinya hal ini tidak terjadi,” jelasnya.

Sebelumnya, seorang ibu meninggal dunia akibat mengantre minyak goreng di Jalan Kampung Cina, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Menurut Gurun, peristiwa itu seharusnya tidak terjadi, mengingat Indonesia sebagai negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia.

“Kita ini negara terbesar penghasil sawit di dunia, masa minyak goreng langka dan mahal? Bahkan, sampai orang antre sehingga memakan korban, ini keterlaluan,” imbuhnya.

Ia menekankan kelangkaan minyak goreng makin memprihatinkan dan meresahkan.

Dengan demikian, Gurun meminta pemerintah segera bertindak untuk mengendalikan kelangkaan minyak goreng.

sumber: genpi.co