MUTIARA-MUTIARA ILAHIAH DI DALAM AL-QUR’AN
MUTIARA-MUTIARA DI DALAM KALIMAT A’UDZU BILLAH
PERINTAH RASULULLAH UNTUK BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI SETAN
Ahmad Thib Raya UIN Jakarta
Jakarta-Matraman, Senen, 14 Maret 2022
Di dalam beberapa hadis, Rasulullah juga memerintahkan kaum muslimin dan muslimin untuk berlindung kepada Allah dari godaan setan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai hadis-hadis berikut:
Hadis riwayat Ibn Majah dari Abu Qatadah menyatakan sebagai berikut: “Dari Abu Qatadah bahwa Rasulullah saw bersabda bahwa penglihatan itu dari Allah, sedangkan mimpi adalah dari setan. Lalu apabila seorang kamu bermimpi melihat sesuatu yang menakutkan, maka hendaklah ia meludah ke samping kiri sebanyak 3 kali dan mohon perlindungan kepada Allah dengan membaca “Audzu billahi minasy syaithanir rajim” sebanyak 3 kali, lalu pindahlah dari tempat yang sebelumnya” (HR Ibn Majah).”
Hadis riwayat Ahmad dari Abu Qatadah: “Aku mendengar Rasulullah bersabda: bahwa penglihatan yang benar datang dari Allah. Apabila seseorang di antara kamu melihat (berminpi)tentang sesuatu yang engkau sukai (senangi), maka janganlah ceritakan hal itu kecuali kepada orang yang dia cintai, dan apabila ia melihat di dalam mimpi sesuatu yang dia tidak sukai, maka hendaklah dia meludah di samping kiri sebanyak 3 kali, lalu meohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan yetan dan kejahatannya dengan membaca: أعوذ الله من الشيطان الرجيم.”
Dalam hadis yang lain, yang diriwayatkan oleh Bukhari, dikatakan sebagai berikut: “Dari Urwah ibn Zubair, dia berkata bahwa Abu Hurairah r.a. telah berkata bahwa Rasulullah Saw telah bersabda: “Jika setan datang kepadamu, lalu mengatakan: Siapa yang menciptakan ini, siapa yang menciptakan itu, hingga dia bertanya, siapa yang menciptakan Tuhanmu? Maka apabila sampai menanyakan hal yang demikian, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dengan mengucapkan “A’udzu billahi minasy syaithanir rajim” dan berhentilah.” HR. Bukhari.”
Bahkan, ketika bermimpi hal-hal yang buruk yang tidak menyenangkan Rasulullah memerintahkan untuk mengucapkan ta’awwudzm seperti perintahnya dalam hadis berikut: “Dari Abu Said al-Khudhri, sesungguhnya dia pernah mendengar Rasulullah saw.: “Apabila seseorang di antara kamu bermimpi sesuatu yang menyenangkan, maka mimpi itu datang dari Allah, maka pujilah Allah karenanya dan hendaklah dia menceritakannya kepada orang lain. Apabila dia bermimpi hal-hal yang dia tidak sukai (tidak menyenangkan, maka mimpinya itu berasal dari setan. Ketika itu hendaklah dia memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dengan mengucapkan “أعوذ الله من الشيطان الرجيم.” Jangan pernah menceritakan mimpi itu kepada orang lain. Dengan mengucapkan A’uszu billahi, mimpi itu tidak memberi madarat kepadanya.” HR. Bukhari.”
Rasulullah mengajarkan bacaan perlindungan kepada Allah yang paling baik, yaitu dengan membaca dua surat berikut: “Sesungguhnya Ibn Abis al-Juhanny pernah berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. Telah berkata kepadanya: “Ya Ibn Abis. Maukah engkau agar aku menyampaikan kepadamu kalumat perlindungan kepada Allah yang paling baik yang harus diucapkan oleh orang-orang yang berlindung kepada Allah? Dia berkata: “Saya jawab, ya.” Lalu Rasulullah Saw bersabda: “Bacalah dua surat ini, yaitu: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ dan bacalah وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. HR. Ahmad.”
Perintah untuk memohon perlindungan diri kepada Allah dari godaan setan merupakan suatu keharusan yang dilakukan setiap muslim, agar dalam segala tindak-tanduknya dan keadaannya ia selalu terlindung dari godaan setan.

sumber: facebook.com/ahmad.thibraya.12