Oleh: Ervan Taufiq
Dari Abdullah bin Mas’ud. Dia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW:
أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Artinya:
Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?”. Beliau menjawab, “Sholat pada waktunya.” Dia (Ibnu Mas’ud) berkata: Aku bertanya: “Lalu apa?”. Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Dia [Ibnu Mas’ud] bertanya lagi: “Lalu apa?”. Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.” [HR Bukhari-Muslim]
Apakah anda pernah bertanya-tanya mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari semalam dan sebaiknya dilakukan di awal waktu? Jawaban atas pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia ituterungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.
Setiap peralihan waktu shalat sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.
Pada waktu Subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu Subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan Subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku’ dan sujud.
Ketika memasuki waktu Zuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga mempunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat Zuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem serta berkurang keceriaannya.
Saat Asar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa mempengaruhi kreatifitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu Asar akan menurun daya kreatifitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.
Menjelang Maghrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu ini, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan blis. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonansi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat Maghrib. Hal tersebut lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.
Ketika masuk waktu Isya’, alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya’ menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu Isya’ akan sering merasa gelisah.
Ketika alam diselimuti kegelapan malam, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur di wakt
Ketika alam diselimuti kegelapan malam, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur di waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta (5) dengan frekuensi di bawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.
Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembala dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu.
Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal totak kecil, kelenjar pituitary (bawah otak thalamus; dan hypothalamaus. Kita sepatutnya bangun dari tidur pada waktu ini dan mengerjakan shalat malam.
Demikianlah hubungan waktu shalat dengan warna alam. Pada hakikatnya, shalat di awal waktu berguna untuk menyerap tenaga alam ke dalam sistem tubuh. Sebagai umat Islam, kita patut bersyukur telah dikaruniai ritual ibadah yang luar biasa ini sehingga tidak perlu memikirkan bagaimana menyerap tenaga yang ada di alam. Hal ini seharusnya menyadarkan kita bahwa Allah SWT mewajibkan shalat atas dasar kasih dan sayang kepada hamba-Nya. Metode-metode meditasi yang diciptakan manusia seperti taichi, gi-gong, dan lain sebagainya pada dasarnya memanfaatkan tenaga alam ini.
Penelitian para ilmuwan Cina sebagaimana terekam dalam buku I Cing (Yi Jing) mengungkapkan bahwa di dalam kosmologi terdapat hubungan yang erat antara manusia dan alam raya ini. Hubungan itu berupa sirkulasi yang seimbang antara fluktuasi energi alam raya (energi kosmos) dan magnetis manusia.
Seandainya fluktuasi energi itu digambarkan pada salib sumbu dengan sumbu X sebagai waktu 24 jam dan sumbu Y sebagai nilai energi, akan terbentuk kurva pangkat tiga (kubik), Kurva ini membentuk 55 puncak yang mana 5 puncak di antaranya menunjukkan puncak puncak energi yang sangat tinggi di alam raya.
Para ilmuwan di atas menyatakan kekaguman setelah mereka menemukan bahwa lima puncak energi tinggi (mayor) tersebut bertepatan waktunya dengan awal waktu shalat wajib. Dengan kata lain, waktu-waktu shalat yang ditetapkan di dalam OS An-Nisa’ (4) 103:
فَاِذَا قَضَيۡتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذۡكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوۡدًا وَّعَلٰى جُنُوۡبِكُمۡ ۚؕ فَاِذَا اطۡمَاۡنَنۡتُمۡ فَاَقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ‌ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتۡ عَلَى الۡمُؤۡمِنِيۡنَ كِتٰبًا مَّوۡقُوۡتًا
Artinya:
Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
 dan QS Hud (11): 114:
وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَىِ النَّهَارِ وَزُلَـفًا مِّنَ الَّيۡلِ‌ ؕ اِنَّ الۡحَسَنٰتِ يُذۡهِبۡنَ السَّيِّاٰتِ ‌ؕ ذٰ لِكَ ذِكۡرٰى لِلذّٰكِرِيۡن
Artinya:
Dan laksanakanlah shalat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).
Kemudian hadits Nabi yang menyertainya adalah waktu munculnya energi kosmos yang sangat tinggi. Apabila kita patuh terhadap perintah Allah itu maka keberuntunganlah yang kita dapatkan, sebab energi tersebut mudah diserap oleh tubuh kita. Energi tersebut paling banyak diserap melalui telapak tangan ketika kita takbir
Allah SWT memperingatkan dalam QS. Al-Ma’un (107) 4-5,:
فويل للمصلين، الذين هم عن صلاتهم ساهون.
Artinya:
“Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya,”
Mengulur-ulur waktu shalat termasuk juga melalaikan shalat. Mengulur-ulur waktu shalat berarti melewatkan kesempatan untuk mendapatkan puncak energi tertinggi dan hanya akan mendapatkan energi yang rendah atau bahkan nol
Banyak contoh tentang penyerapan energi kosmos oleh makhluk Tuhan di alam raya ini, baik pada zaman dahulu maupun sekarang. Kung Fu atau Kun Tao dan Taichi adalah seni bela diri tangan kosong dari Tiongkok yang menggunakan tubuh untuk menangkap energi alam sebagai senjata.
Berdasarkan dalil dalil Naqli dan Aqli diatas, seyogyanya kita harus senantiasa menjaga dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh akan pelaksanaan shalat lima waktu di awal, karena itu merupakan kunci kita meraih kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan Pertolongan kepada kita semua.

sumber: pemudamuslim.org