MUTIARA-MUTIARA ILAHIAH DI DALAM AL-QUR’AN
MUTIARA-MUTIARA DI DALAM SURAT AL-FATIHAH:
TURUNNYA SURAT AL-FATIHAH
Ahmad Thib Raya UIN Jakarta
Jakarta-Matraman, Senen, 7 Maret 2022
Menurut Syaikh Muhammad Abduh, surat Al-Fatihah merupakan wahyu yang pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad saw. Dalam pandangannya surat ini lebih dahulu turun daripada surat Iqra’. Alasannya berdasarkan sebuah hadis mursal riwayat Al-Baihaqi, di samping argumentasi logika. Intinya adalah bahwa telah menjadi sunnah Allah dalam penciptaan dan atau dalam penetapan hukum bahwa Allah swt selalu memulainya secara global, baru kemudian disusul dengan perincian secara bertahap. Surat al-Fatihah merupakan surat yang pertama yang diturunkan secara lengkap oleh Allah kepada Rasulullah.
Surat al-Fatihah adalah salah satu surat makkiyah. Istilah makkiyyah bukan menunjukkan tempat, yang berarti di Makkah, tetapi menunjukkan waktu atau periode, yaitu periode Mekkah. Surat makkiyyah bukan berarti surat-surat yang diturunkan di Makkah, tetapi surat-surat yang diturunkan dalam periode Makkah. Yang dimaksud dengan surat makkiyyah adalah surat-surat yang diturunkan oleh Allah swt kepada Rasulullah sebelum berhijrah ke Madinah. Lawan dari istilah makkiyyah ini adalah madaniyyah. Surat madaniyyah ialah surat-surat yang diturunkan kepada Rasulullah setelah berhijrah ke Madinah. Dengan demikian, ayat-ayat dan surat-surat Al-Qur’an itu, dilihat dari segi periode turunnya, dapat dibagi atas dua, yaitu yang makkiyyah dan madaniyyah.
Ayat-ayat Makkiyyah berisi tentang dasar-dasar agama, seperti beriman kepada Allah dan hari akhirat, beriman kepada para malaikat, para nabi, dan kitab-kitab Allah, dan perintah berbuat kebajikan dan meninggalkan kemungkaran dan kejahatan, dengan ungkapan dan gaya bahasa yang singkat dan ringkas, seperti surat-surat di dalam Juz ‘Amma. Ayat-ayat Madaniyyah mengandung hukum-hukum ibadah, mu’amalah, seperti pergaulan hidup perorangan dan sipil, dasar-dasar hukum pemerintahan Islam.

sumber: facebook.com/ahmad.thibraya.12